Dalam ilmu hadis, istilah tsiqah merupakan salah satu penilaian terhadap kualitas seorang perawi. Perawi yang mendapatkan penilaian tsiqah dianggap memiliki kemampuan yang baik dalam menjaga dan menyampaikan riwayat hadis.
Pengertian Tsiqah
Tsiqah adalah perawi yang memenuhi dua unsur utama dalam penilaian perawi, yaitu sifat adil dan dhabith. Sifat adil berkaitan dengan integritas dan keagamaan seorang perawi, sedangkan dhabith berkaitan dengan kemampuan menjaga riwayat melalui hafalan atau catatan.
Karena memiliki kedua sifat tersebut, riwayat dari perawi tsiqah menjadi salah satu unsur penting dalam penelitian sanad hadis.
Sifat perawi tsiqah
- Memiliki sifat adil, yaitu dikenal memiliki integritas dan tidak melakukan hal-hal yang menjatuhkan kredibilitasnya sebagai perawi.
- Memiliki sifat dhabith, yaitu mampu menjaga hadis yang diriwayatkan dengan hafalan atau catatan yang teliti.
Kedudukan dalam ilmu hadis
Penilaian tsiqah digunakan oleh para ulama hadis ketika mengkaji sanad untuk mengetahui kualitas para perawi yang berada dalam rantai periwayatan.
Meskipun seorang perawi dinilai tsiqah, penelitian terhadap sebuah hadis tetap memperhatikan seluruh rangkaian sanad dan faktor lain seperti kemungkinan adanya syadz atau illat.
الثِّقَةُ مَنْ جَمَعَ بَيْنَ الْعَدَالَةِ وَالضَّبْطِ
Perawi tsiqah adalah perawi yang memiliki sifat adil dan dhabith dalam periwayatan hadis.
Istilah penilaian perawi dalam ilmu hadis