Hadis maudhu' adalah hadis palsu yang tidak memiliki hubungan yang benar dengan Nabi ﷺ. Para ulama hadis menjelaskan bahwa hadis ini dibuat oleh seseorang kemudian dinisbatkan kepada Nabi ﷺ, padahal Nabi ﷺ tidak pernah menyampaikan atau melakukan hal tersebut.
Pengertian Hadis Maudhu'
Secara bahasa, maudhu' berarti sesuatu yang diletakkan atau dibuat. Dalam istilah ilmu hadis, hadis maudhu' adalah riwayat yang diketahui sebagai hasil kedustaan dan penyandaran yang tidak benar kepada Rasulullah ﷺ.
Berbeda dengan hadis dhaif yang masih memiliki kemungkinan berasal dari Nabi karena terdapat kelemahan dalam sanad atau matan, hadis maudhu' telah diketahui tidak berasal dari Nabi ﷺ.
Ciri-ciri hadis maudhu'
- Terdapat pengakuan dari pembuat hadis palsu bahwa ia membuat riwayat tersebut.
- Dalam sanad terdapat perawi yang dikenal sebagai pendusta atau pemalsu hadis.
- Kandungan hadis bertentangan dengan prinsip dasar agama atau fakta yang telah diketahui secara kuat.
- Terdapat tanda-tanda yang menunjukkan bahwa riwayat tersebut tidak mungkin berasal dari Nabi ﷺ.
الْحَدِيْثُ الْمَوْضُوْعُ هُوَ الْمُخْتَلَقُ الْمَصْنُوْعُ الْمَنْسُوْبُ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ ﷺ
Kedudukan hadis maudhu'
Hadis maudhu' tidak dapat digunakan sebagai dasar dalam menetapkan hukum atau keyakinan karena tidak berasal dari Nabi ﷺ. Para ulama hadis memberikan perhatian besar terhadap hadis palsu untuk menjaga keaslian riwayat yang disandarkan kepada Rasulullah ﷺ.
Mengetahui hadis maudhu' merupakan bagian penting dalam mempelajari ilmu hadis agar seseorang dapat membedakan antara riwayat yang dapat diterima dan riwayat yang tidak memiliki dasar.
Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.
Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim