Secara bahasa, gharib berarti sesuatu yang asing atau sendiri. Dalam ilmu hadis, hadis gharib adalah hadis yang diriwayatkan hanya melalui satu jalur sanad pada salah satu tingkatan perawi.
Keadaan gharib berkaitan dengan jumlah jalur periwayatan, bukan langsung menunjukkan bahwa hadis tersebut shahih atau dhaif. Sebuah hadis gharib tetap perlu diteliti berdasarkan kualitas sanad dan matannya.
Ciri hadis gharib
- Hanya memiliki satu jalur sanad pada tingkatan tertentu.
- Dapat terjadi pada awal, tengah, atau akhir rangkaian sanad.
- Penilaian kualitas hadis tetap bergantung pada keadaan para perawi dan penelitian ulama hadis.
Rangkaian periwayatan hadis gharib
Hadis gharib menunjukkan jumlah jalur periwayatan yang terbatas. Rangkaian sanadnya dapat digambarkan sebagai berikut:
- Rasulullah ﷺ
- Shahabat
- Tabi'in
- Tabi'ut Tabi'in
- Perawi
- Penyusun Hadis
Perbedaan dengan hadis 'aziz dan masyhur
Hadis gharib memiliki satu jalur periwayatan pada tingkatan tertentu. Hadis 'aziz memiliki minimal dua jalur periwayatan, sedangkan hadis masyhur diriwayatkan melalui tiga jalur atau lebih pada tingkatan tertentu namun belum mencapai derajat mutawatir.
Kedudukan hadis gharib
Istilah gharib hanya menjelaskan jumlah jalur periwayatan. Sebuah hadis gharib dapat memiliki kualitas shahih, hasan, atau dhaif berdasarkan penelitian terhadap sanad dan matannya.
مَا يَنْفَرِدُ بِرِوَايَتِهِ رَاوٍ وَاحِدٌ
Hadis gharib adalah hadis yang seorang perawi menyendiri dalam meriwayatkannya pada suatu tingkatan sanad.
Pembahasan istilah hadis gharib dalam ilmu hadis