Asisten pencarian hadis dengan sumber terbuka.
HadisKu AI membantu Anda menemukan dan memahami hadis melalui pertanyaan biasa — dalam Bahasa Indonesia atau Arab. Setiap jawaban disertai rujukan kitab dan nomor hadis. Jika tidak ada sumber yang cukup, AI menyatakan tidak tahu.
Terbuka untuk kolaborasi dengan pengajar hadis, peneliti, dan lembaga pendidikan.
Yang bisa dilakukan
Fokus pada pencarian dan pemahaman, bukan pada menggantikan peran manusia.
Pencarian semantik
Cari hadis berdasarkan makna, bukan hanya kata kunci. "Hadis tentang sabar saat sakit" akan menemukan riwayat yang relevan meski tidak menyebut kata "sabar".
Lintas bahasa
Bertanya dalam Bahasa Indonesia, Arab, atau campuran keduanya. AI memahami konteks istilah ilmu hadis, bukan sekadar menerjemahkan kata per kata.
Kutipan terverifikasi
Setiap jawaban menyertakan rujukan kitab dan nomor hadis. Jika tidak ada riwayat yang cukup kuat, AI menyatakan tidak tahu — bukan mengarang.
Ringkasan bertema
Susun ringkasan dari beberapa riwayat tentang satu topik — sabar, silaturahmi, jual beli — dengan tetap menampilkan setiap sumbernya.
Penjelasan istilah
Menjelaskan istilah teknis dalam ilmu hadis (shahih, hasan, mudhal, dan seterusnya) dengan contoh dari kitab yang tersedia.
Bantuan menulis
Membantu menyusun kartu hadis, catatan belajar, atau ringkasan pengajian dengan kalimat sendiri, tanpa menyalin mentah.
Yang tidak dilakukan
Batasan ini adalah bagian dari desain, bukan kekurangan. Kami memilih untuk tidak melakukan hal-hal ini.
Bukan pemberi fatwa
HadisKu AI tidak menetapkan hukum halal, haram, atau wajib. Untuk keputusan fikih, tetap merujuk kepada ulama dan lembaga yang berwenang.
Tidak mengarang hadis
Jika riwayat tidak ditemukan dalam koleksi, AI menyatakan tidak tahu. Tidak ada hadis fiktif, tidak ada sanad yang direkonstruksi.
Tidak menggantikan guru
AI bisa membantu mencari dan membaca, tetapi tidak menggantikan bimbingan guru, sanad keilmuan, atau proses belajar yang utuh.
Tidak menyimpan pertanyaan
Pertanyaan pengguna tidak disimpan untuk pelatihan model. Tidak ada profil, tidak ada tracking, tidak ada data yang dijual.
Bagaimana cara kerjanya
Empat prinsip yang membedakan HadisKu AI dari chatbot biasa.
- 1
Cari dulu, baru jawab
Setiap pertanyaan terlebih dahulu dicari ke koleksi hadis yang tersedia. AI tidak menjawab dari "pengetahuan umum"-nya sendiri.
- 2
Sumber dikutip terbuka
Jawaban selalu menyertakan kitab dan nomor hadis yang menjadi dasar. Pengguna dapat membuka teks lengkapnya di aplikasi HadisKu.
- 3
Tidak yakin = tidak menjawab
Jika pencarian tidak menemukan riwayat yang cukup relevan, AI menolak menjawab alih-alih menebak. Lebih baik mengaku tidak tahu daripada salah.
- 4
Bisa berjalan di perangkat
Untuk model yang lebih kecil, seluruh proses dapat berjalan di perangkat pengguna. Tidak ada pertanyaan yang dikirim ke server.
Perbedaan yang penting
Contoh bagaimana HadisKu AI menangani pertanyaan dengan sumber yang jelas dibanding tanpa sumber.
"Apa hadis tentang menuntut ilmu?"
"Ada banyak hadis tentang menuntut ilmu. Salah satunya diriwayatkan oleh Ibnu Majah..."
"Apa hadis tentang menuntut ilmu?"
"Hadis yang paling sering dikutip tentang ini adalah riwayat dari Abu Hurairah — HR. Muslim No. 2699: 'Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.'"
Privasi
Prinsip yang sama seperti aplikasi HadisKu.
Tanpa profil pengguna
Tidak ada akun, tidak ada profil, tidak ada riwayat yang disimpan antar sesi.
Opsi on-device
Model yang lebih kecil dapat berjalan sepenuhnya di perangkat Anda. Pertanyaan tidak pernah dikirim ke server.
Tidak untuk pelatihan
Pertanyaan Anda tidak digunakan untuk melatih model. Tidak ada data yang dijual atau dibagikan.
Transparan
Setiap jawaban menampilkan sumber yang digunakan. Tidak ada kotak hitam dalam proses pengambilan keputusan.
Progres saat ini
Apa yang sudah selesai dan apa yang masih dikerjakan.
- Indeks semantik dari koleksi hadis 14 imam.
- Sistem pengutipan dengan kitab dan nomor referensi.
- Antarmuka tanya-jawab untuk web dan aplikasi mobile.
- Model kecil yang dapat berjalan sepenuhnya di perangkat.
- Kerangka evaluasi akurasi bersama peninjau dari kalangan pengajar hadis.
Pertanyaan umum
Apakah HadisKu AI akan menjawab pertanyaan fikih?
Tidak. HadisKu AI dirancang untuk membantu mencari dan memahami hadis, bukan untuk menetapkan hukum. Pertanyaan tentang halal/haram, wajib/sunnah, atau keputusan fikih lainnya berada di luar cakupan dan akan diarahkan untuk merujuk kepada ulama.
Bagaimana AI memastikan tidak mengarang hadis?
Setiap jawaban harus didasarkan pada riwayat yang benar-benar ada di dalam koleksi. Jika pencarian tidak menemukan riwayat yang cukup kuat, AI akan menyatakan tidak menemukan jawaban. Tidak ada hadis yang dihasilkan dari model bahasa saja.
Apakah data pertanyaan saya disimpan?
Tidak. Pertanyaan tidak disimpan untuk pelatihan model. Untuk model yang berjalan di perangkat, pertanyaan bahkan tidak pernah meninggalkan perangkat pengguna.
Apakah HadisKu AI akan tersedia untuk organisasi?
Ya. Kami berencana menyediakan akses khusus untuk pesantren, universitas, dan lembaga dakwah, dengan opsi peninjauan konten oleh pengajar di dalam organisasi. Detailnya akan diumumkan bersama HadisKu untuk Organisasi.
Kapan HadisKu AI akan tersedia?
Masih dalam pengembangan. Kami sedang membangun sistem pengutipan dan kerangka evaluasi akurasi bersama calon peninjau. Belum ada tanggal rilis. Ikuti newsletter untuk kabar saat tahap uji coba dibuka.
Ingin terlibat lebih awal?
Kami membuka diskusi dengan pengajar hadis, peneliti, dan lembaga pendidikan yang ingin membantu memastikan HadisKu AI bermanfaat dan tidak menyesatkan.